EMAIL

info@jymachinetech.com

Nomor perusahaan

+021 57459080

WhatsApp

+86 17317215245

Apakah Skittles Vegan? Panduan Definitif untuk 2026

Daftar Isi

Ya — Skittles di Indonesia adalah vegan. Mars Wrigley menghapus gelatin dari formula Indonesia sekitar tahun 2009, dan resep saat ini tidak mengandung bahan yang berasal dari hewan. Skittles di Inggris memerlukan verifikasi label saat ini karena perbedaan formulasi.

Skittles dan veganisme memiliki sejarah yang rumit. Selama bertahun-tahun, Skittles mengandung gelatin — sebuah protein yang berasal dari tulang dan kulit hewan yang direbus — yang membuatnya tidak boleh dikonsumsi oleh vegan. Kemudian Mars Wrigley melakukan reformulasi. Lalu muncul pertanyaan tentang shellac, karmin, dan lilin carnauba. Kemudian Skittles di Inggris berbeda dari Skittles di Indonesia. Jika Anda telah mencoba mendapatkan jawaban pasti tentang apakah Skittles adalah vegan, Anda kemungkinan besar menemui informasi yang bertentangan secara daring. Panduan ini mengurai semuanya dengan fakta terkini yang bersumber.

Apakah Skittles Vegan — permen Skittles berwarna-warni dituangkan dari kantong ke permukaan putih cerah, warna pelangi yang hidup, pengambilan gambar dari atas Sony A7IV, pencahayaan studio bersih, fotografi permen editorial

Apa yang Membuat Permen Menjadi Vegan?

Artikel ini adalah bagian dari panduan lengkap kami tentang apakah Skittles bebas gluten — mencakup setiap varian di Indonesia, standar keamanan celiac, dan analisis lengkap bahan untuk tahun 2026.

Sebelum memeriksa apakah Skittles adalah vegan, ada baiknya menetapkan standar. Makanan vegan mengecualikan semua bahan yang berasal dari hewan, yang dalam konteks permen berarti:

  • Tidak mengandung gelatin (berasal dari tulang dan jaringan ikat hewan — biasanya babi atau sapi)
  • Tidak mengandung produk susu (susu, krim, mentega, whey, kasein, laktosa)
  • Tidak mengandung telur atau komponen yang berasal dari telur
  • Tidak mengandung shellac (E904 — resin yang disekresikan oleh serangga lac betina, digunakan sebagai agen pelapis)
  • Tidak mengandung karmin (E120 — pewarna merah yang dibuat dari serangga cochineal yang dihancurkan)
  • Tidak mengandung lilin lebah (E901 — digunakan sebagai agen pelapis dalam beberapa permen di Indonesia)
  • Tidak mengandung lanolin (berasal dari wol domba — kadang digunakan dalam fortifikasi vitamin D3)
  • Tidak mengandung isinglass (agen pemurnian yang berasal dari kandung kemih ikan — jarang digunakan dalam permen)

Untuk konsumen berbasis tanaman, perdebatan yang sedang berlangsung berfokus pada bahan yang dekat dengan hewan di pinggiran: rasa alami (kadang-kadang berasal dari sumber hewan), gula rafinasi (terkadang disaring melalui tulang), dan lilin carnauba (berasal dari tanaman, diterima secara universal sebagai vegan).

Apakah Skittles Vegan di Indonesia? (Formula Saat Ini)

Ya. Skittles di Indonesia bersifat vegan sesuai formulasi saat ini. Inilah alasan setiap bahan yang secara historis bermasalah telah ditangani:

Gelatin: Dihapus

Hambatan vegan terbesar dalam formula Skittles asli adalah gelatin. Mars Wrigley menghapus gelatin dari resep Skittles di Indonesia sekitar tahun 2009. Sejak saat itu, tekstur kenyal yang dulu diberikan oleh gelatin telah dicapai melalui kombinasi tepung jagung yang dimodifikasi dan dextrin — keduanya karbohidrat yang berasal dari tanaman.

Reformulasi ini adalah salah satu perubahan paling signifikan dalam produksi permen arus utama di Indonesia untuk konsumen vegan. Skittles berubah dari tidak sama sekali menjadi ya untuk vegan tanpa adanya perubahan dalam pengalaman sensorik produk.

Shellac (E904): Tidak Ada dalam Formula Indonesia

Shellac tidak pernah menjadi bahan standar dalam Skittles di Indonesia. Lapisan cangkang untuk Skittles di Indonesia menggunakan lilin carnauba — diekstrak dari daun pohon palem Copernicia prunifera dari Indonesia. Lilin carnauba sepenuhnya berasal dari tanaman dan diakui secara universal sebagai vegan oleh organisasi termasuk The Vegan Society.

Karmine (E120): Tidak Ada dalam Formula Saat Ini di Indonesia

Versi sebelumnya dari beberapa produk permen dari Mars menggunakan karmine (pewarna merah yang berasal dari kockineal). Skittles di Indonesia saat ini menggunakan pewarna sintetis: Merah 40 (Allura Red), Kuning 5 (Tartrazine), Kuning 6 (Sunset Yellow), Biru 1 (Brilliant Blue), dan Biru 2 (Indigo Carmine). Semuanya adalah pewarna sintetis yang berasal dari minyak bumi — secara teknis vegan, meskipun tidak tanpa konteks perdebatan kesehatan.

Gula Karbon Char: Area Abu-abu

Beberapa vegan ketat menghindari gula putih halus yang diproses melalui karbon char — sebuah filter yang terbuat dari tulang hewan yang digunakan untuk menghilangkan warna gula tebu. Mars Wrigley tidak secara terbuka mengungkapkan apakah gula dalam Skittles diproses dengan karbon char. Sebagian besar organisasi vegan utama (termasuk PETA) menerima Skittles sebagai vegan dan tidak menandai gula karbon char sebagai faktor yang membuatnya tidak memenuhi syarat bagi kebanyakan konsumen. Ini adalah masalah filosofi vegan pribadi daripada bahan yang jelas-jelas tidak vegan.

Daftar Bahan Skittles Saat Ini di Indonesia (2026)

Gula, Sirup Jagung, Minyak Kelapa Sawit Terhidrogenasi, Jus Apel dari Konsentrat, Kurang dari 2% Asam Sitrat, Dextrin, Tepung Jagung Modifikasi, Rasa Alami dan Buatan, Pewarna (Lake Merah 40, Lake Kuning 5, Lake Kuning 6, Lake Biru 2, Lake Biru 1, Merah 40, Kuning 5, Kuning 6, Biru 1), Sitrat Natrium, Lilin Carnauba.

Tidak mengandung gelatin. Tidak mengandung produk susu. Tidak mengandung shellac. Tidak mengandung karmin. Menurut sebagian besar standar vegan, formula ini adalah vegan.

Apakah Skittles di Indonesia Vegan?

Skittles di Indonesia lebih rumit untuk konsumen vegan. Formulasi secara historis mencakup bahan non-vegan atau bahan borderline yang tidak ada dalam versi Indonesia.

Apakah Skittles Vegan — tampilan datar kemasan Skittles dari Indonesia dan Inggris berdampingan di atas permukaan marmer, label bahan terlihat, fotografi dari atas, Canon 5D Mark IV, pencahayaan alami dari supermarket

Penggunaan Shellac Historis (E904)

Skittles di Indonesia dan Eropa secara historis menggunakan shellac (E904) sebagai agen pelapis kaca. Shellac disekresikan oleh serangga Kerria lacca (lac) dan dianggap tidak vegan oleh organisasi vegan utama. The Vegan Society, PETA, dan sebagian besar sumber daya komunitas vegan secara historis mengkategorikan Skittles di Indonesia sebagai non-vegan karena alasan ini.

Mars Wrigley telah melakukan reformulasi Skittles di Indonesia untuk mengganti shellac dengan lilin carnauba (sesuai dengan formula di Indonesia). Namun, transisi ini belum konsisten di semua pasar dan batch produksi. Per 2026 awal, periksa label Indonesia saat ini untuk agen pelapis yang tercantum di bawah kode nomor E atau nama bahan.

Penggunaan Karmin Historis (E120)

Beberapa batch Skittles di Indonesia/Eropa menggunakan karmine (E120) — pewarna merah yang berasal dari kumbang cochineal yang dihancurkan — untuk mencapai warna merah dan merah muda. Ini tidak vegan. Formulasi terbaru di Indonesia telah beralih ke pewarna alami berbasis tanaman (biru spirulina, merah lobak, dll.) dan dalam beberapa kasus kembali ke pewarna sintetis. Label batch spesifik adalah satu-satunya sumber yang dapat diandalkan.

Dampak Regulasi Uni Eropa

Larangan EU terhadap titanium dioksida (E171) sebagai bahan tambahan makanan mendahului tindakan serupa di Indonesia, yang menyebabkan gelombang reformulasi di semua produk Mars di Indonesia. Ini memberikan kesempatan untuk meninjau kembali pewarna dan agen glazing lainnya secara bersamaan, yang menjadi salah satu alasan mengapa formulasi Skittles di Indonesia/EU mengalami perubahan.

BahanSkittles di negara lainSkittles di Indonesia
Gelatin❌ Tidak ada❌ Tidak ada
Produk Susu❌ Tidak ada❌ Tidak ada
Shellac (E904)❌ Tidak ada⚠️ Secara historis ada; periksa label saat ini
Karmine (E120)❌ Tidak ada⚠️ Secara historis ada di beberapa batch
Lilin carnauba✅ Berbasis tanaman✅ Mengganti shellac dalam formula saat ini
Status vegan✅ Umumnya ya⚠️ Verifikasi label saat ini

Apakah Semua Varian Skittles Vegan?

Di Indonesia, semua varian permen kenyal Skittles standar adalah vegan. Kompleksitas vegan berbeda di seluruh rangkaian produk Skittles:

Skittles Original — Vegan ✅

Tidak ada bahan hewani dalam formula saat ini. PETA mencantumkan Skittles Original sebagai vegan. Senyawa rasa (stroberi, lemon, jeruk nipis, jeruk, anggur) bersifat alami dan buatan — penunjukan “rasa alami” pada produk permen di Indonesia kadang-kadang dapat mencakup komponen yang berasal dari hewan, tetapi formulasi Skittles dari Mars Wrigley diakui sebagai vegan oleh organisasi besar.

Skittles Wild Berry — Vegan ✅

Rasa Berry Punch, Stroberi, Melon Berry, Raspberry, Wild Cherry. Formula dasar yang sama dengan Original. Vegan di Indonesia.

Tropical Skittles — Vegan ✅

Rasa Kiwi Lime, Mango Tangelo, Stroberi Starfruit, Buah Markisa, Nanas. Vegan di Indonesia.

Sour Skittles — Vegan ✅

Lapisan asam menggunakan asam sitrat dan asam tartarat — keduanya berasal dari tumbuhan/fermentasi. Tidak ada bahan hewani yang ditambahkan oleh lapisan asam. Vegan di Indonesia.

Gummy Skittles — TIDAK Vegan ❌

Ini adalah pengecualian penting. Gummy Skittles mengandung gelatin. Gelatin dalam bentuk gummy biasanya berasal dari hewan babi. Jika Anda vegan, gummy Skittles tidak cocok. Skittles standar yang kenyal/dengan cangkang tetap vegan; format gummy kembali ke resep berbasis gelatin.

Skittles Brightside dan Varietas Musiman — Vegan ✅

Ikuti formula dasar standar. Vegan secara default kecuali label menunjukkan sebaliknya.

VariasiVegan (Indonesia)?Alasan
Original✅ YaTanpa bahan hewani
Wild Berry✅ YaTanpa bahan hewani
Tropis✅ YaTanpa bahan hewani
Asam✅ YaLapisan asam mengandung bahan asam
Brightside / Darkside✅ YaFormula standar
Gummies❌ TidakMengandung gelatin
Varietas Inggris⚠️ VerifikasiSejarah shellac/carmine

Cara Memverifikasi Status Vegan Sendiri

Industri permen bergerak lebih cepat daripada panduan bahan yang diterbitkan. Berikut cara memverifikasi saat pembelian:

Apakah Skittles Vegan — close-up seseorang memeriksa label kemasan permen di lorong supermarket, membaca daftar E-numbers dengan saksama, Fujifilm X-T4, pencahayaan alami supermarket

Periksa E-Number Non-Vegan Ini

Pada label Inggris dan Uni Eropa, cari:
E120 — Karmin (kumbang cochineal) — non-vegan
E904 — Shellac (resin serangga lak) — non-vegan
E901 — Lilin lebah — non-vegan
E441 — Gelatin — non-vegan
E542 — Fosfat tulang — non-vegan

Pada label di Indonesia, cari:
Gelatin — dieja lengkap; non-vegan jika ada
Rasa alami — biasanya aman dalam Skittles; beri tanda jika ada kekhawatiran tingkat alergi
– Nama bahan yang secara eksplisit berasal dari hewan

Gunakan Sumber Daya Organisasi Vegan

Organisasi vegan utama secara rutin memperbarui daftar permen:
– Daftar “Tanpa Sengaja Vegan” PETA mencakup Skittles di Indonesia
– The Vegan Society (UK) menerbitkan panduan belanja dengan produk yang terverifikasi
– Sumber daya bergaya Barnivore tersedia untuk produk permen, meskipun terutama untuk anggur/bir

Hubungi Mars Wrigley Secara Langsung

Untuk konsumen Indonesia yang tidak yakin tentang status shellac saat ini:
– Mars Wrigley Indonesia: www.mars.com/made-by-mars/skittles
– Tanyakan secara spesifik: “Apakah formula Skittles Indonesia saat ini mengandung shellac (E904) atau karmin (E120)?”

Perdebatan Vegan: Apakah “Tanpa Sengaja Vegan” Sudah Cukup?

Beberapa vegan membedakan antara produk yang secara sengaja vegan (bersertifikat, diformulasikan agar vegan) dan secara tidak sengaja vegan (vegan karena kebetulan bahan, tanpa komitmen kesejahteraan hewan dari merek). Skittles termasuk kategori “tanpa sengaja vegan” di Indonesia.

Mars Wrigley menghapus gelatin dari Skittles Indonesia terutama sebagai respons terhadap permintaan konsumen — pergeseran pasar Indonesia dari bahan permen yang berasal dari hewan adalah alasan etis dan komersial. Tapi Mars bukan perusahaan vegan; mereka juga memproduksi M&Ms (cokelat susu) dan produk non-vegan lainnya. Bagi beberapa vegan, ini penting secara filosofis. Bagi yang lain, “vegan berdasarkan bahan” adalah standar yang relevan.

Tidak ada sertifikasi vegan pada kemasan Skittles. Konsumen vegan yang membuat pilihan berdasarkan prinsip harus mempertimbangkan ini terhadap definisi pribadi mereka tentang standar vegan.

Skittles vs. Permen Vegan Populer Lainnya

PermenVegan (Indonesia)?Catatan Utama
Skittles (Original)✅ YaTanpa sengaja vegan sejak reformulasi sekitar tahun 2009
Starburst (Indonesia)✅ YaJuga tanpa sengaja vegan; produsen yang sama
Anak-Anak Tambalan Asam✅ YaTidak mengandung gelatin; ramah vegan
Jolly Ranchers✅ YaVegan berdasarkan bahan
Ikan Swedia✅ YaTanpa gelatin; vegan
Twizzlers✅ YaVegan berdasarkan bahan
Haribo Goldbears❌ TidakMengandung gelatin + lilin lebah
Gummy Bears (sebagian besar)❌ TidakBerbasis gelatin
M&Ms❌ TidakCokelat susu
Snickers❌ TidakProduk susu, telur
Nerds Gummy Clusters❌ TidakMengandung gelatin babi

Mengapa Penghapusan Gelatin Menjadi Tonggak Pembuatan

Dari sudut pandang produksi permen, menghilangkan gelatin dari produk permen kenyal bukanlah hal yang sepele. Gelatin memberikan:
Tekstur kunyah elastis — resistansi dan suara pecah khas dari permen kenyal
Stabilitas termal — gel dan meleleh pada suhu tertentu yang dirancang ke dalam jalur produksi
Menjaga kelembapan — membantu permen tetap kenyal tanpa mengering

Mengganti gelatin dengan tepung jagung modifikasi dan dextrin sambil mempertahankan tekstur kunyah yang dirasakan konsumen yang sama memaksa Mars Wrigley untuk merombak sistem tepung dan menyesuaikan parameter proses (suhu pencampuran, profil pendinginan, pengendalian kelembapan di lingkungan produksi). Fakta bahwa sebagian besar konsumen tidak menyadari perubahan — atau menyadarinya sebagai peningkatan — adalah bukti pencapaian teknis.

Bagi produsen peralatan permen dan konsultan produksi makanan, transisi dari gelatin ke tepung dalam produk permen kenyal utama seperti Skittles mewakili pergeseran industri yang lebih luas menuju formulasi berbasis tanaman. Peralatan produksi untuk permen berbasis tepung (depositor, sistem mogul tepung, konveyor pendingin) menjadi semakin penting seiring semakin banyak merek mengikuti model Skittles.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Skittles vegan pada tahun 2026?
Ya — Skittles di Indonesia vegan pada tahun 2026. Formula saat ini tidak mengandung gelatin, produk susu, shellac, maupun karmin. Mars Wrigley menghapus gelatin dari formula di Indonesia sekitar tahun 2009. Skittles di Indonesia memerlukan verifikasi label saat ini.

Kapan Skittles menjadi vegan?
Skittles di Indonesia menjadi vegan sekitar tahun 2009 ketika Mars Wrigley menghilangkan gelatin dari formula di Indonesia. Sebelumnya, Skittles mengandung gelatin sapi atau babi, sehingga tidak vegan.

Apakah Skittles mengandung gelatin?
Skittles di Indonesia (format kenyal) tidak mengandung gelatin. Skittles Gummies mengandung gelatin. Selalu periksa label untuk produk Skittles dalam format gummy.

Apakah Skittles vegan di Indonesia?
Skittles di Indonesia secara historis mengandung shellac (E904), yang tidak vegan. Mars telah melakukan reformulasi Skittles di Indonesia, tetapi periksa label Indonesia saat ini untuk E904 atau E120 sebelum membeli.

Apakah Sour Skittles vegan?
Ya — Sour Skittles di Indonesia adalah vegan. Lapisan asamnya berbasis asam sitrat dan asam tartarat; tidak ada bahan hewani yang ditambahkan.

Permen apa yang vegan seperti Skittles?
Starburst di Indonesia (juga oleh Mars Wrigley), Sour Patch Kids, Jolly Ranchers, Fish Swedia, dan Twizzlers semuanya vegan berdasarkan bahan dalam formulasi mereka di Indonesia.

Apakah Wild Berry Skittles vegan?
Ya — Wild Berry Skittles di Indonesia adalah vegan. Mereka mengikuti formula dasar yang sama dengan Skittles Original tanpa bahan yang berasal dari hewan.

Apakah lilin carnauba dalam Skittles vegan?
Ya. Lilin carnauba berasal dari pohon palem Copernicia prunifera di Indonesia. Sepenuhnya berbasis tanaman dan diakui sebagai vegan oleh The Vegan Society dan organisasi vegan besar lainnya.

Apakah Skittles Vegan — penyajian makanan berbasis tanaman yang cerah di atas meja kayu, mangkuk buah berwarna-warni dengan permen Skittles di samping buah segar, cahaya alami yang cerah, fotografi gaya hidup

Kesimpulan

Skittles di Indonesia adalah vegan — status ini diperoleh melalui penghapusan gelatin dari formula di Indonesia sekitar tahun 2009 dan tidak adanya shellac serta karmosin dari resep di Indonesia. Daftar bahan saat ini bebas dari semua bahan permen yang berasal dari hewan: tidak ada gelatin, tidak ada produk susu, tidak ada shellac, tidak ada karmosin, tidak ada lilin lebah. Lapisan pelindungnya adalah lilin carnauba, yang berasal dari tanaman dan secara universal diterima sebagai vegan.

Kekecualian utama: Gummy Skittles mengandung gelatin dan tidak vegan. Dan Skittles di Indonesia memerlukan verifikasi label saat ini - penggunaan shellac (E904) secara historis dalam formulasi di Indonesia berarti Anda perlu memeriksa kemasan daripada mengandalkan status vegan di Indonesia. Untuk Skittles berformat kenyal standar di Indonesia, beli dengan percaya diri dan rasakan pelangi (vegan).


Artikel Terkait

Referensi & Sumber

  1. Definisi Veganisme - The Vegan Society
  2. Daftar Makanan Tanpa Sengaja Vegan — PETA
  3. Skittles (permen) — Wikipedia
  4. Lilin Carnauba — Properti & Penggunaan — Wikipedia
  5. Gelatin — Produksi Kualitas Makanan — Wikipedia
Facebook
Pinterest
Twitter
LinkedIn
Tim Teknis Mesin JY

Tim Teknis Mesin JY

Insinyur Teknis Mesin Makanan / Spesialis Konten Teknis

Dukungan konten teknis untuk proyek lini produksi permen, jelly, biskuit, kue, cokelat, dan pengemasan makanan, termasuk pemilihan peralatan, perencanaan kapasitas produksi, optimasi proses, saran tata letak pabrik, pengujian sampel, panduan instalasi, dan dukungan teknis purna jual.

Pengalaman 30 Tahun dalam Pembuatan Peralatan Permen dan Biskuit

Junyu mengkhususkan diri dalam penelitian, pengembangan, dan pembuatan peralatan untuk permen, biskuit, dan makanan ringan. Dengan pengalaman kami yang luas dan kualitas yang dapat diandalkan, kami membantu Anda membangun fasilitas secara efisien dan mengirimkannya tepat waktu dan sesuai anggaran.