Proses mengubah biji kakao menjadi cokelat lezat yang kita semua nikmati adalah tarian seni dan sains yang kompleks.
Pabrik-pabrik di seluruh dunia telah menyempurnakan proses ini, dengan menggunakan serangkaian mesin khusus yang bekerja secara harmonis untuk menciptakan produk yang konsisten dan lezat.
Artikel ini akan membawa Anda melewati tahapan produksi cokelat di pabrik, dengan menyoroti mesin yang digunakan pada setiap langkah.
1. Penerimaan dan Penyimpanan Kacang:
Setibanya di pabrik, biji kakao diterima dan disimpan di dalam silo-silo besar. Silo-silo ini dirancang untuk menjaga kualitas biji kakao, melindunginya dari berbagai elemen dan potensi kontaminasi.
2. Pembersihan dan Pemanggangan:
Biji kopi pertama-tama dibersihkan untuk menghilangkan kotoran yang menempel, menggunakan mesin seperti pengayak dan pemisah magnetik. Selanjutnya, biji kopi dipanggang dalam pemanggang drum besar yang berputar, yang mengembangkan rasa kopi dan mengurangi kadar airnya.
3. Menampi:
Setelah dipanggang, biji kopi dipecahkan dan kulitnya dipisahkan dari bijinya menggunakan mesin penampi. Langkah ini sangat penting untuk mendapatkan massa kakao murni yang akan menjadi cokelat.
4. Penggilingan dan Pemurnian:
Ujung pena kemudian digiling menjadi pasta, yang kemudian dihaluskan menggunakan mesin seperti penyuling lima gulungan atau pabrik palu untuk mengurangi ukuran partikel dan menciptakan tekstur yang halus. Pasta ini kemudian dikocok, sebuah proses yang akan memperhalus cokelat dan mengembangkan cita rasanya.
5. Mengerik:
Mesin conching mencampur dan mengangin-anginkan massa cokelat, yang dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Langkah ini membantu menghaluskan cokelat, mengembangkan rasa, dan mengurangi keasaman.
6. Tempering:
Mesin tempering digunakan untuk mengontrol kristalisasi lemak kakao di dalam cokelat. Tempering yang tepat sangat penting untuk menciptakan tampilan yang mengkilap, hasil akhir yang renyah, dan tekstur yang stabil dan tidak mekar.
7. Cetakan:
Setelah cokelat mencapai konsistensi dan suhu yang diinginkan, cokelat dituangkan ke dalam cetakan untuk dipadatkan. Penyimpan dan enrobers digunakan untuk mengisi cetakan dengan jumlah cokelat yang tepat.
8. Pendinginan dan Pengerasan:
Cetakan yang telah diisi diangkut melalui terowongan pendingin di mana mereka didinginkan dengan cepat untuk mengeraskan cokelat. Langkah ini sangat penting untuk mencapai tekstur dan kekerasan yang tepat.
9. Demolding dan Pengemasan:
Setelah cokelat mengeras, cokelat dikeluarkan dari cetakan menggunakan mesin demolding. Masing-masing bagian kemudian dibungkus dan dikemas, siap untuk didistribusikan.
10. Kontrol Kualitas:
Selama proses berlangsung, berbagai peralatan pengujian dan sensor digunakan untuk memastikan cokelat memenuhi standar kualitas. Ini termasuk penganalisis kelembapan, pengukur viskositas, dan refraktometer.
Kesimpulan:
Perjalanan dari biji kakao hingga menjadi cokelat batangan adalah bukti kekuatan mesin industri dan keterampilan para pembuat cokelat. Setiap mesin memainkan peran penting dalam membuat cokelat yang kita nikmati, memastikan bahwa setiap bagian adalah sempurna perpaduan antara seni dan teknologi. Sebagai konsumen, kita dapat menikmati hasil dari proses yang rumit ini, sebuah suguhan manis yang tidak pernah gagal untuk menghadirkan momen kegembiraan.
Catatan Penulis: Artikel ini memberikan gambaran umum tentang proses pembuatan cokelat di pabrik. Aktual proses dapat bervariasi antara produsen yang satu dengan yang lain, dan sangat penting untuk memilih produk dari perusahaan terkemuka yang mematuhi praktik manufaktur yang baik (GMP) dan mematuhi peraturan kesehatan dan keselamatan yang relevan.





